Langsung ke konten utama

Akal atau Wahyu

 Akal atau Wahyu

Akal dan wahyu dalam pemikiran kalam dibicarakan dalam konteks, dia antara keduanya manakah yang sebagai sumber pengetahuan sebagai manusia tentang Tuhan. 
aliran mu'tazilah sebagai penganut pemikiran asional bahwa akal mempunyai kemampuan mengetahui keempat hal, sementara aliran maturdiyyah samarkan yang juga penganut pemikiran kalam rasional, mengatakan bahwa kecuali kewajiban menjalankan hal yang baik dan menghindari yang buruk, akal memiliki mempunyai pengetahuan ketiga hal lainnya.
sebaliknya, aliran As-Ariyyah yang emiliki npemikiran kalam tradisional berpendapat bahwa akal hanya mampu mengetahui Tuha, sedangkan tiga hal lainnya yakni kewajiban berterimakasih kepada Tuhan, baik dan buruk, serta serta kewajiban melaksanakan yang baik dan menghindari yang jahat, dan diketahui manusia berdasarkan  wahyu. sementara itu, aliran Maturdiyyah yang juga dogolongkaan sebagai pemikir tradisional berpendapat bahwa dua dari keempat hal itu yakni meyakini Tuhan dan mengetahi yang baik dan yang buruk dapat diketahui melalui akal sedangkan dua hal lainnya yaitu kewajiban berterimakasih kepada Tuhan yang maha esa serta kewajiban melaksanakan hal yang baik dan meninggalkan hal yang buruk, hanya dapat dikeathui dengan wahyu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenius

Jenius  membahas soal jenius, tahukah kalian berapa persen dari otak kita yang kita gunakan?  yaitu hanya empat sampai lima persen. orang jenius memakainya hanya lima sampai enam persen saja,hanya berbeda sangat sedikit. ini tidak berarti bahwa kita mampu menggunakan otak kita sampai 100%., karena kita tidaktahu (para ilmuwan belum mengemukakan digunakan untuk apa otak yang 94% sisanya itu). tapi kita dapatmenggunakannya lebih baik dengan menambah kapasitas otak, kiri dankanan, pikiran sadar dan pikiran dibawah alam sadar. kapasitas otak mungkin dapat ditingkatkan sampai 10% (tak seorangpun dapat mengetahuinya dengan persis dan detail, kita dapat tentukan sendiri presentase peningkatannya). jadi jika penggunaan otak dari  4% naik ke 4,4% dan terus naik menuju 5%. dengan begitu kita mengarah ke jenius bukan? kita dapatmelakukan itu dan itu disebut acelerated learning.cara-cara belajar lebih banyak,mengumpulkan,  menalarnya dan dengan senang melakukannya.

Efektivitas Teknik Modelling Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Yatim Piatu di Yayasan Awwaliyah Al-Asiyah Kota Bogor

Efektivitas Teknik Modelling Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Yatim Piatu di Yayasan Awwaliyah Al-Asiyah Kota Bogor I.                    Latar Belakang Masalah Penelitia n Pendidikan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini bangsa Indonesia sedang berupaya meningkatkan mutu pendidikan dalam menghadapi perkembangan zaman. Dunia pendidikan diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional tercantum dalam Undang-Undang Republik Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.   Ada fenomena setia p individu cende...

Zona kenyamanan

Zona kenyamanan Apa itu zona nyaman? Yang sudah terbiasa hidup dalam zona nyaman yaitu batas di   luar zona kenyamanan kita adalah zona   dimana kita merasa tidak nyaman. Kita sebut saja lingkaran dalam diagram adalah batas dimana kita merasa nyaman dan diluar garis itu kita tidak nyaman. Contohnya, berbicara depan umum dan citra diri kita sebagai diri yang buruk. oleh karena itu zona kenyamanan kita berada dalam lingkaran dan berbicara didepan umum merupakan zona diluar lingkaran atau daerah tantangan baru bagi kita. Perbatasan dari lingkaran itu adalah tembok ketakutan, rintangan atau keraguan atas kemampuan kita. Bila kita melalwan batasan ini dan menembus rasa takut masuk ke dalam wilayah yang tidak kita kenal, kita berada diwilayah dimana kita belajar hal yang baru   yaitu wilayah dimana kita membuat kesalahan, wilayah ketegangan dan kecemasan. Bolehkah kita melakukan kesalahan? Tentu saja, karena memang begituah car belajar. Contoh lainnya adalah berupa...