Langsung ke konten utama

Orang Diwajibkan Shalat Jumat

ORANG YANG DIWAJIBKAN SHALAT JUM’AT
Oleh
Ustadz Abu Asma Kholid bin Syamhudi
عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوْ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيضٌ
Shalat Jum’at wajib bagi setiap muslim dalam jama’ah, kecuali empat, (yaitu) hamba sahaya, wanita, anak-anak atau orang sakit.
TAKHRIJ HADITS
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Ash Shalat, Bab Al Jum’at Lil Mamluk Wal Mar’ah, no. 1067, hlm. 1/280 [1], dan berkata setelah menyampaikan hadits ini,”Thariq bin Syihab melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun tidak mendengar satupun haditsnya.”
Imam Nawawi mengomentari hadits Thariq bin Syihab ini dengan perkataannya,”Pernyataan Abu Dawud ini tidak merusak keabsahan hadits; karena jika benar ia tidak mendengar satu haditspun dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka haditsnya adalah mursal shahabi, dan mursal shahabi (dapat menjadi) hujjah menurut madzhab Syafi’i dan seluruh ulama, kecuali Abu Ishaq Al Isfirayini.” [2]
Syaikh Al Albani menukilkan pernyataan Imam Nawawi dari Imam Az Zaila’i di dalam Nashbu Ar Rayah, 2/199, berbunyi: Imam Nawawi berkata dalam Al Khulashah,”Hal ini tidak merusak keabsahannya; karena ia termasuk mursal shahabi dan mursal shahabi hujjah. Sedangkan hadits ini shahih atas syarat Syaikhan (Al Bukhari dan Muslim)[3].” Kemudian Syaikh Al Albani berkomentar: “Seakan-akan karena inilah hadits ini dishahihkan banyak ulama, sebagaimana terdapat di dalam At Talkhish”[4]
Hadits ini juga diriwayatkan Ad Daraquthni dalam Sunan-nya, no. 164 dan Al Baihaqi dalam dua pembahasan; Bab : Man Tajibu ‘Alaihi Al Jum’at, 3/246, no. 5578, dan Bab : Man La Talzamuhu Al Jum’at, 3/360, no.5630, ia dan berkata,”Hadits ini walaupun terdapat irsal [5], namun ia adalah mursal yang diterima, karena Thariq termasuk tabi’in pilihan dan orang yang melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun tidak mendengar haditsnya. Dan hadits ini memiliki syahid (riwayat penguat dari sahabat lainnya)[6]” Sedangkan Syaikh Al Albani menambahkan bahwa Al Maqdisi mengeluarkannya juga dalam Al Mukhtarah dari Ishaq bin Manshur secara mursal.[7]
Imam Al Hakim di dalam Mustadrak, 1/288, juga meriwayatkan hadits ini dari jalur periwayatan Ubaid bin Muhammad Al ‘Ijli dari Al Abas bin Abdul ‘Adzim dengan sanadnya sampai kepada Thariq bin Syihab dari Abu Musa Al Asy’ari secara maushul (bersambung) sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,”Shahih sesuai syarat Syaikhan,” dan disepakati Imam Adz Dzahabi. Namun riwayat ini dinyatakan oleh Imam Al Baihaqi[8] dan Al Albani sebagai riwayat yang syadz, karena menyelisihi riwayat Abu Dawud yang mursal.[9]




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenius

Jenius  membahas soal jenius, tahukah kalian berapa persen dari otak kita yang kita gunakan?  yaitu hanya empat sampai lima persen. orang jenius memakainya hanya lima sampai enam persen saja,hanya berbeda sangat sedikit. ini tidak berarti bahwa kita mampu menggunakan otak kita sampai 100%., karena kita tidaktahu (para ilmuwan belum mengemukakan digunakan untuk apa otak yang 94% sisanya itu). tapi kita dapatmenggunakannya lebih baik dengan menambah kapasitas otak, kiri dankanan, pikiran sadar dan pikiran dibawah alam sadar. kapasitas otak mungkin dapat ditingkatkan sampai 10% (tak seorangpun dapat mengetahuinya dengan persis dan detail, kita dapat tentukan sendiri presentase peningkatannya). jadi jika penggunaan otak dari  4% naik ke 4,4% dan terus naik menuju 5%. dengan begitu kita mengarah ke jenius bukan? kita dapatmelakukan itu dan itu disebut acelerated learning.cara-cara belajar lebih banyak,mengumpulkan,  menalarnya dan dengan senang melakukannya.

Efektivitas Teknik Modelling Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Yatim Piatu di Yayasan Awwaliyah Al-Asiyah Kota Bogor

Efektivitas Teknik Modelling Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Yatim Piatu di Yayasan Awwaliyah Al-Asiyah Kota Bogor I.                    Latar Belakang Masalah Penelitia n Pendidikan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini bangsa Indonesia sedang berupaya meningkatkan mutu pendidikan dalam menghadapi perkembangan zaman. Dunia pendidikan diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional tercantum dalam Undang-Undang Republik Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.   Ada fenomena setia p individu cende...

Zona kenyamanan

Zona kenyamanan Apa itu zona nyaman? Yang sudah terbiasa hidup dalam zona nyaman yaitu batas di   luar zona kenyamanan kita adalah zona   dimana kita merasa tidak nyaman. Kita sebut saja lingkaran dalam diagram adalah batas dimana kita merasa nyaman dan diluar garis itu kita tidak nyaman. Contohnya, berbicara depan umum dan citra diri kita sebagai diri yang buruk. oleh karena itu zona kenyamanan kita berada dalam lingkaran dan berbicara didepan umum merupakan zona diluar lingkaran atau daerah tantangan baru bagi kita. Perbatasan dari lingkaran itu adalah tembok ketakutan, rintangan atau keraguan atas kemampuan kita. Bila kita melalwan batasan ini dan menembus rasa takut masuk ke dalam wilayah yang tidak kita kenal, kita berada diwilayah dimana kita belajar hal yang baru   yaitu wilayah dimana kita membuat kesalahan, wilayah ketegangan dan kecemasan. Bolehkah kita melakukan kesalahan? Tentu saja, karena memang begituah car belajar. Contoh lainnya adalah berupa...